Meratakan Array Multidimensional Pada PHP

Posted by resrsr on Wednesday, October 23, 2013

Array Multidimensional - Multidimensional array adalah sebuah array yang terdapat dalam sebuah array (dan mungkin juga terdapat dalam sebuah array yang merupakan bagian dari array yang lain). What???. Ya, memang begitulah.  Sebuah element array bisa merupakan sebuah array yang lain dan seterusnya. Inilah yang disebut dengan array multidimensi. Pada postingan kali ini, Materi Informatika akan membahas mengenai cara meratakan array multideimensional ini menjadi sebuah array tunggal (satu dimensi).

Meratakan (Flattened) Multidimensional Array Pada PHP

This post is going to serve as a place to point people to, as it is a question that gets asked fairly regularly in the PHP support channels that I hang around in. The task is to “flatten” nested arrays into a single series containing all of the values.

Contoh Input


Contoh Output



Fungsi Rekursif (Recusrsive Function)

Untuk membuat array, programmer PHP bisa menggunakan sebuah fungsi rekursif (fungsi yang memanggil dirinya sendiri). Pada beberapa kasus, hal ini adalah salah satu jalan keluar. Nah pada kasus ini, dua contoh berikut akan mencoba memanfaatkan fungsi PHP secara utuh untuk melakukan proses rekursif (berulang) untuk program yang kita buat.

Menggunakan SPL (Standard PHP Library) 

Standard PHP Library (SPL) adalah koleksi dari interface dan kelas-kelas yang bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan yang umum dijumpai dalam pengembangan aplikasi menggunakan PHP. Untuk dokumentasi lebih lengkap silahkan baca Standard PHP Library.
Solusi ini menggunakan fungsi iterator_to_array(), class RecursiveIteratorIterator() dan class RecursiveArrayIterator().



Menggunakan Fungsi array_walk_recursive()

Solusi ini lebih prosedural, namun tetap masih menggunakan PHP untuk proses recursivenya. Solusi ini menggunakan closure (anonymous function) untuk membangun sebuah array step-by-step.



Link Terkait

Berikut link-link terkait dengan materi yang dibahas:
More aboutMeratakan Array Multidimensional Pada PHP

Perbedaan Multi-User dan Client-Server

Posted by resrsr on Friday, October 4, 2013

Multi-User dan Client-Server - Mungkin bagi sebagian orang, kedua istilah ini adalah istilah yang umum dalam dunia teknologi informasi. Namun, jika harus menjelaskanya secara langsung dengan bahasa yang mudah dimengeri, kadang kita sebagai developer cukup kesulitan memilih kata yang tepat. Berikut pengertian multi-user dan client-server versi Materi Informatika

Perbedaan Multi-User dan Client-Server

Multi User

Multi user itu merupakan aplikasi yang memungkinkan dipergunakan oleh beberapa user sekaligus. Biasanya problem yang ditekankan disini adalah masalah update conflict, namun masalah ini biasanya dapat diatasi oleh engine database server kita jika kita mempergunakan database RDBMS seperti mysql, firebird, MSSQL, dll.

Client-Server

Client-server itu merupakan teknologi komunikasi aplikasi kita, biasa disebut 2-tier. Pada umumnya jika kita mengembangkan aplikasi dan mempergunakan database RDBMS, maka aplikasi kita termasuk aplikasi client-server. Aplikasi kita adalah client dan RDBMS adalah servernya. Aplikasi berkomunikasi langsung dengan server.


More aboutPerbedaan Multi-User dan Client-Server

Manfaat Defrag Komputer - Mengapa Harus Dilakukan?

Posted by resrsr on Wednesday, October 2, 2013

Defrag Komputer - "Komputerku kok lemot banget ya dab? Tau ga kenapa? Temenku bilang hardisknya kudu di defrag itu, emang defrag apa sih dab?" Bagi yang pernah mendengar kata defrag, atau pernah mendengar keluhan seperti tadi, belum bisa menjamin bisa menjelaskan apa itu defrag sebenarnya. Pada postingan kali ini, Materi Informatika akan membahas proses bernama defrag. Check this out.

Pengertian Defrag

Apa sebenarnya pengertian dari defrag? Defrag merupakan istilah komputer yang berasal dari bahasa Inggris defragment. Defrag adalah sebuah proses yang ditujukan untuk menyusun kembali, merapikan, dan menata file-file yang terdapat pada sebuah hardisk. defrag merupakan suatu proses yang dipergunakan untuk merapikan, menyusun, dan menata berbagai file dan isi dalam sebuah hard disk. Proses ini bisa diibaratkan menata kembali isi lemari pakaian kita supaya lebih rapi.

Fungsi dan Manfaat Defrag 

Seperti disebutkan diatas, proses defrag dapat menata dan merapikan isi hardisk, yaitu file-file dokumen, program untuk menunjang pekerjaan, dan juga file-file hiburan seperti lagu, film, video dan lainnya. Dengan rapinya susunan file-file dalam sebuah hardisk, akan berimbas kepada meningkatnya kecepatan membaca data (read) komputer pada hard disk. Selain itu defrag juga dapat mengakomodasi kestabilan dan kondisi hard disk.

Analoginya sederhana, lebih mudah mencari baju atau celana pada lemari pakaian yang rapi atau lemari pakaian yang berantakan ? Pasti akan lebih mudah mencari pakaian pada lemari pakaian yang rapi dan tertata berdasarkan jenis pakaiannya. Seperti itulah fungsi dari defrag mengurutkan data sesuai dengan tempatnya sehingga memudahkan pencarian sebuah data pada hard disk.

Kapan Harus Melakukan Defrag

Lalu apa yang menyebabkan file-file pada hardisk kita menjadi berantakan? Kita menggunakan komputer untuk memanipulasi data (read-write). Proses ini seperti menghapus file, memindahkan file film, install program baru, dan lain sebagainya. Proses ini akan menyebabkan susunan file-file pada hardisk menjadi berantakan. Untuk itulah perlu dilakukan proses defrag hardisk.
Intensitas proses defrag berbanding dengan aktivitas manipulasi data yang dilakukan. Minimal lakukan 1-3 bulan sekali. Jika aktivitas manipulasi data yang dilakukan dirasa lebih sering dari rata-rata orang, lakukan sesuai dengan tingkat penggunaan komputer tersebut.

Cara Melakukan Defrag

Sistem operasi, khususnya Windows, sudah menyediakan tools built-in yang biasa digunakan untuk proses defrag hardisk. Untuk sistem operasi Windows 7, bisa dilakukan dengan cara:
  1. Klik start pada taskbar menu.
  2. Pilih All Programs.
  3. Pilih Accessories.
  4. System Tools.
  5. Disk Defragmenter.
Pastikan saat hendak melakukan proses defrag, komputer memang sedang dalam kondisi free. Karena proses defrag biasanya memakan waktu yang cukup lama, bergantung pada berapa banyak file-file yang ada pada hardisk tersebut.
More aboutManfaat Defrag Komputer - Mengapa Harus Dilakukan?

10 Jenis Plugin Untuk Keperluan Syntax Highlighting

Posted by resrsr on Tuesday, October 1, 2013

Syntax highlighting - Sebagai seorang blogger dan juga seorang developer (programmer), ada saatnya kita ingin berbagi kode program kita melalui postingan blog. Ada beberapa cara yang bisa kita gunakan, sesuai dengan bahasa pemrograman yang kita pilih, baik itu sebuah halaman HTML, PHP, Ruby, Python, ASP ataupun bahasa pemrograman yang lain, selalu ada solusi untuk keperluan syntax-highlighting pada postingan blog kita.

Syntax Highlighter

Pada CMS WordPress, solusi paling umum yang bisa kita gunakan adalah plugin bernama SyntaxHighlighter. Plugin ini berbasis JavaScript, yang dikembangkan oleh Alex Gorbachev (*namanya kaya familier yah?*). Untuk menggunakannya pada Blogspot, Materi Informatika pernah mengulas tutorialnya pada postingan "SyntaxHighlighter pada Blogspot".
Pada postingan kali ini, Materi Informatika akan membahas syntaxhighlighter pada beberapa platform bahasa pemrograman, diantaranya jQuery, JavaScript, Mootools, PHP, Ruby & Python.

Syntax Highlighter Berbasis jQuery

1. Chili

Plugin jQuery untuk code highlighting

2. SyntaxHighlighter

Paling populer digunakan untuk code highlighting. Berbasis JavaScript 100%, mudah digunakan, banyak tutorial yang dapat membantu utnuk pengaplikasian pada postingan dan tidak peduli dengan apa yang ada di server blog kita.

Syntax Highlighter Berbasis JavaScript

3. SyntaxHighlighter 3.0.83

Alex Gorbachev's syntax highlighter.

Download dan demo SyntaxHighlighter

4. google-code-prettify

Modul dalam bentuk JavaScript dan CSS, bisa digunakan untuk code highlighting pada halaman html.

Download dan demo Google-codeprettify

5. Highlight.js

Code highlighting contoh kode pada postingan blog, forum, dan pada halaman web yang lain. Sangat mudah digunakan karena bisa digunakan untuk: mencari blok kode, mendeteksi bahasa pemrograman, dan fungsi utamanya yaitu meng-highligh kode tersebut.

Download dan demo Highlight.js

6. SHJS – Syntax Highlighting in JavaScript

Berbasis JavaScript, kode program yang di highlight diproses di sisi client oleh web browser.

Syntax Highlighter Berbasis MooTools

7. Lighter.js

Gratis, dikembangkan dengan MooTools javascript library.


Download dan demo Lighter.js


Syntax Highlighter Berbasis PHP

8. GeSHi – Generic Syntax Highlighter

GeSHi berawal dari ide untuk membuat syntax highlighter pada aplikasi berbasis phpBB forum. GeSHi bertujuan untuk menjadi sebuah syntax highlighter yang mudah namun powerful, dengan tujuan:

  • Mendukung banyak platform bahasa pemrograman
  • Mudah untuk menambahkan bahasa pemrograman lain untuk keperluan code highlighting
  • Sangat mudah untuk dicustomize

Syntax Highlighter Berbasis Ruby

9. Ultraviolet

Ultraviolet berbasis Textpow. Karena menggunakan Textmate untuk syntax files-nya, tools ini menawarkan syntax-highlighting yang out of the box untuk lebih dari 50 bahasa dan 20 template.

Download dan demo Ultraviolet

Syntax Highlighter Berbasis Python

10. Pygments

Syntax highlighter yang umum untuk digunakan untuk berbagai engine forum, wiki, atau aplikasi lain yang memerlukannya.
Download dan demo Pygments
More about10 Jenis Plugin Untuk Keperluan Syntax Highlighting

Membuat Fungsi Terbilang Rupiah Dalam PHP

Posted by resrsr on Monday, September 30, 2013

Fungsi terbilang PHP - Dalam aplikasi akuntansi, maupun pengolahan data berbasis keuangan lainnya, kita seringkali dihadapkan dengan requirement untuk mengkonversi mata uang yang ditampilkan dalam bentuk angka (Rp 10000000,-) menjadi dalam bentuk terbilang (sepuluh juta rupiah). Kasus seperti ini sering sekali terjadi, dan akan selalu berulang-ulang setiap kita hendak melakukan konversi dari bentuk angka menjadi bentuk terbilang. Hal ini bisa diatasi dengan cara membuat fungsi terbilang rupiah dalam PHP.

Membuat Fungsi Terbilang Dalam PHP

Pada postingan kali ini, Materi Informatika akan membahas mengenai fungsi terbilang menggunakan bahasa pemrograman PHP. Selain untuk keperluan aplikasi keuangan, pembuatan fungsi-fungsi seperti ini kadang juga digunakan untuk keperluan seleksi karyawan untuk posisi programmer, seperti penulis alami baru-baru ini. Ok, mari kita buat fungsi terbilang dalam PHP.

Membuat Form Untuk Input Fungsi Terbilang PHP

Buatlah sebuah form sederhana, berisi input text yang digunakan untuk mengisi angka yang nantinya akan diolah menjadi bentuk terbilang. Berikut listing form tersebut:
Form diatas sangatlah sederhana, karena tutorial ini adalah tutorial dasar dalam pembuatan fungsi terbilang PHP. Untuk pengaplikasian pada program pastinya berbeda, sesuai dengan konsep masing-masing aplikasi.

Membuat Logic PHP Untuk Funngsi Terbilang

Setelah membuat form untuk input angka yang akan diproses, selanjutnya adalah membuat inti dari program kecil ini, fungsi terbilang menggunakan bahasa pemrograman PHP. Berikut listingnya:
Pertama, cek apakah ada variabel $_POST yang disubmit, lalu tangkap variabel tersebut. Lalu panggil fungsi terbilang dengan parameter angka yang disubmit tersebut.

Hasil Fungsi Terbilang Rupiah dalam PHP

Fungsi Rekursif 

Jika diperhatikan, fungsi terbilang pada program diatas akan memanggil dirinya sendiri. Fungsi semacam ini disebut dengan fungsi rekursif (recursive function). Fungsi rekursif sangat berguna untuk melakukan operasi-operasi beruntun semacam fungsi terbilang.
Demikian tutorial cara membuat fungsi terbilang rupiah dalam PHP, semoga bermanfaat.
More aboutMembuat Fungsi Terbilang Rupiah Dalam PHP

Lowongan Kerja Terbaru Juni 2013 PT Propan Raya ICC Tangerang

Posted by resrsr on Friday, June 14, 2013

Lowongan Kerja Terbaru Juni 2013 - Berikut ini adalah informasi lowongan kerja dari Materi Informatika yang mungkin membantu teman-teman yang sedang mencari kerja. Lowongan ini valid hingga tanggal 30 Juni 2013. Untuk detailnya, silahkan disimak informasi lowongan kerja berikut ini.

Tentang PT Propan Raya ICC

PT. Propan Raya ICC adalah perusahaan manufaktur yang bergerak di industri cat dan kimia, dengan berbagai produk yang sangat inovatif. Kami berkantor pusat di Tangerang dengan 23 cabang di seluruh Indonesia serta distributor di Malaysia dan Vietnam. Propan Raya tahun 2010 meraih penghargaan sebagai “The Paint & Coating Company of the Year” dalam Indonesia Best Practice Award dari Frost & Sulivant, serta menjadi “Top 250 Indonesia Original Brand”.

Posisi yang Dibutuhkan 


1. Store Head PSC Kelapa Gading & Jakarta Barat (Kode : STH)
* D3/S1, leadership baik, pengalaman min. 2 tahun
2. Operational Head Bogor (Kode : OPH)
* D3/S1, all jurusan 
3. Project Sales Head (Kode : PSH)
* S1 Tek. Sipil / All Teknik, leadership baik, pengalaman min. 2 tahun
4. Specifier (Kode : SPC)
* S1 Tek. Sipil / Arsitektur
5. Project Representative (Kode : PJR)
* S1 Tek. Sipil / All Teknik, pengalaman di bid. sales
6. Retail Product Promotor (Kode : RPP)
* SMK/D3 Kimia / Kimia industri
7. Retail Sales Representatif (Kode : RSR)
* SMA IPA / SMK Teknik / D3
8. Sales & Operator Tinting Colour (Kode : SOTC)
* SMA IPA / STM Teknik / Kimia
9. Customer Service (Kode : CS)
* SMA IPA / SMK
10. Technical Aplicator (Kode : TA)
* SMK Perkayuan / Mesin Produksi 
11. Sales Promotion Guy/Girl (Kode : SPG)
* SMA IPA
12. Administrasi Finance (Kode : FIN)
* SMK Akuntansi
13. Administrasi (Kode : ADM)
* SMK Semua Jurusan


Persyaratan Umum

Pria, max. 30 tahun (1-7, 10, 13)
Pria / wanita max. 27 th (8-9, 11-12)
Diutamakan yang memiliki pengalaman di bidang cat
Komunikatif, memiliki salesmanship, EQ & drive yang tinggi
Diutamakan memiliki kendaraan bermotor dan SIM sendiri (1-7) 
Mampu mengoperasikan komputer (1-8, 12-13)
Penempatan Tangerang (3-5, 12-13)
Penempatan di Jakarta/ Bogor/Depok/Tangerang/ Bekasi/ Serang (6-11)

Cara Melamar

Saat mengirimkan lamaran terhadap lowongan pekerjaan ini, harap mencantumkan kode posisi yang dilamar sebelum 30 Juni 2013.
Kirimkan lamaran lengkap berserta cv, pasfoto, copy ijasah dan copy KTP ke:

PT. PROPAN RAYA I.C.C.
Recruitment Center
Jl. Gatot Subroto Km. 8, Tangerang 15810
Telp. 021-59303333 / Fax. 021-5906196

More aboutLowongan Kerja Terbaru Juni 2013 PT Propan Raya ICC Tangerang

Insert Table Pada MySQL - Tutorial MySQL #3

Posted by resrsr on Thursday, April 18, 2013

Insert Table Pada MySQL - Sesudah membuat tabel pada MySQL, selanjutnya adalah mengisinya dengan data-data yang akan kita butuhkan. Mengisi data pada MySQL dilakukan menggunakan bahasa SQL, atau disebut dengan bahasa Query. SQL sendiri adalah kependekan dari Structured Query Language.

Untuk melakuan pengisian nilai/value pada table dengan MySQL mempergunakan query “insert“.

Query insert table

insert into nama_table (field_1, field_1) values ('isi_field_1', 'isi_field_2');

Maka untuk melakukan insert kedalam table siswa_biodata, querynya sebagai berikut :

insert into siswa_biodata (nama, alamat, jenis_kelamin) values
('budi', 'jalan sawo', 'L'),
('dina', 'jalan kebon jeruk', 'P'),
('ani', 'jalan medan merdeka', 'P'),
('agung', 'jalan apel', 'L'),
('gilang', 'jalan rambutan', 'L'),
('wisnhnu', 'jalan monas', 'L'),
('yudha', 'jalan perkutut', 'L'),
('lia', 'jalan ayam', 'P'),
('nindi', 'jalan bebek', 'P'),
('surya', 'jalan manggis', 'L')
More aboutInsert Table Pada MySQL - Tutorial MySQL #3

Perbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Dalam Metode Penelitian

Posted by resrsr

Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif - Dalam melakukan sebuah penelitan, kita membutuhkan sebuah metode. Kita bisa menggunakan metode penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Kita menggunakannya sesuai dengan kebutuhan suatu penelitian. Seperti saat menyusun skripsi.

Perbedaan Kualitatif Dan Kuantitatif | Metode Penelitian

Ada perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Apa saja Perbedaan Kualitatif Dan Kuantitatif? Berikut adalah tabel singkat perbedaan kedua metode penelitian ini.

Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan.

Sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

Berikut adalah perbedaan kedua metode tersebut selengkapnya:

No
Kualitatif
Kuantitatif
1
Penelitian kualitatif disebut juga penelitian naturalistik, interpretatif, konstruktivis, naturalistik-etnografik, pendekatan fenomenologis dan penelitian dengan pola pencarian dari dalam
Penelitian kuantitatif disebut juga penelitan rasionalistik, fungional, positivisme, dan penelitan dengan pola pencarian kebenaran dari luar
2
memulai kegiatannya dengan konsep-konsep yang sangat umum, kemudian selama penelitian, konsep-konsep yang sangat umum itu diubah-ubah dan direvisi sampai bertemu dengan kesimpulan yang sangat kuat. Dengan kata lain, variabel ditemukan dan dirumuskan kembali, bukan di awal.
mengisolasi variabel-variabel dan kemudian menghubungkannya dalam hipotesis. Selanjutnya menguji hipotesis itu dengan data yang dikumpulkan.
3
variabel merupakan produk penelitian yang ditemukan kemudian.
variabel-variabel menjadi alat atau komponen utama dalam melakukan analisis
4
penelitian kualitatif menggunakan lensa besar dan menampak serta memperhatikan pola-pola saling berhubungan antara berbagai variabel yang sebelumnya belum pernah ditemukan. Pendekatan kualitatif adalah pendekatan holistik, menyeluruh.
penelitian kuantitatif memandang melalui lensa kecil, melihat dan memilih serta memperhatikannya hanya beberapa buah variabel saja.
5
Penelitian kualitatif menjadikan peneliti sendiri sebagai instrumen penelitian untuk mengumpulkan data atau informasi. Peneliti diminta luwes dan mampu membuat atau memberikan pandangan sendiri atas hal-hal atau fenomena-fenomena yang dilihatnya.
penelitian kuantitatif menggunakan instrumen yang ditentukan terlebih dahulu, dan instrumennya sangat tidak fleksibel dan juga tidak reflektif yaitu tidak mengandung interpretasi.
6
penelitian kualitatif masalah penelitian tidak dapat di formulasikan secara jelas dan jawaban dari responden juga sangat kompleks, sehingga wawancara mendalam mungkin sangat efektif dalam pengumpulan data.
Penelitian kuantitatif menuntut jawaban yang pasti, jelas, tidak ambigu, dan oleh karena itu instrumen dalam bentuk kuesioner mungkin sangat tepat dalam pengumpulan data.
7
Penelitian kualitatif tertarik dengan konsep-konsep, bukan berapa kalinya sesuatu.
penelitian kuantitatif bermain dengan angka-angka, yaitu mengkuantifikasi sampel terhadap populasi, dan mengangkakan karakteristik variabel-variabel penelitian.

Nah, semoga informasi tentang Perbedaan Kualitatif Dan Kuantitatif di atas bermanfaat untuk Anda yang sedang melakukan penelitian. Terkadang cara membuat makalah juga membutuhkan sebuah penelitian, jadi penggunaan kedua metode di atas juga dibutuhkan.

More aboutPerbedaan Penelitian Kualitatif Dan Kuantitatif Dalam Metode Penelitian

Sejarah Mouse Komputer - Memahami Fungsi Mouse Komputer

Posted by resrsr on Saturday, April 13, 2013

Sejarah Mouse Komputer - Mouse, atau yang dalam bahasa Indonesianya disebut tetikus, sering kita gunakan sehari-hari. Mouse pertama kali ditemukan oleh Douglas Engelbart dari Stanford Research Institute pada tahun 1963. Mouse adalah satu dari beberapa alat penunjuk (pointing device) yang dikembangkan untuk online System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse, yang pada mulanya disebut “bug”, juga dikembangkan beberapa alat pendeteksi gerakan tubuh yang lain, misalnya alat yang diletakkan di kepala untuk mendeteksi gerakan dagu. Karena kenyamanan dan kepraktisannya, mouse-lah yang dipilih. Mouse pertama berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus untuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbard kemudian mematenkannya pada 17 November 1970, dengan nama Penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y Position Indicator For A Display System). Pada waktu itu, sebetulnya Engelbard bermaksud pengguna memakai mouse dengan satu tangan secara terus-menerus, sementara tangan lainnya mengoperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.

MOUSE BOLA

Perkembangan selanjutnya dilakukan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970. Ia menggunakan bola yang dapat berputar kesegala arah, kemudian putaran bola tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan tipe ini kemudian melahirkan mouse tipe Trackball, yaitu jenis mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari, yang populer antara tahun 1980 sampai 1990. Xerox PARC juga mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutuhkan saja. Mouse saat ini mengikuti desain École polytechnique fédérale de Lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh Professor Jean-Daniel Nicoud.

MOUSE OPTIKAL

Selain mouse bola, saat ini banyak digunakan mouse optikal. Mouse optikal lebih unggul dari mouse bola karena lebih akurat dan perawatannya lebih mudah dibandingkan mouse bola. Mouse optikal tidak perlu dibersihkan, berbeda dengan mouse bola yang harus sering dibersihkan karena banyak debu yang menempel pada bolanya. Mouse optikal pertama dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal pertama hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris-garis biru--abu-abu. Mouse optikal saat ini dapat digunakan hampir di semua permukaan padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya. Mouse optikal saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Perubahan dari frame-frame gambar tersebut diterjemahkan oleh chip khusus menjadi posisi X dan Y yang kemudian dikirim ke komputer.

MOUSE LASER

Mouse laser pertama kali diperkenalkan oleh Logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama Logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memilki tingkat akurasi 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Dasar kerja mouse optikal dan mouse laser hampir sama, perbedaannya hanya penggunaan laser kecil sebagai pengganti LED digunakan oleh mouse optikal. Saat ini mouse laser belum banyak digunakan, mungkin karena harganya yang masih mahal.Dari semua perkembangan mouse, yang tidak banyak berubah adalah jumlah tombolnya. Semua mouse memiliki tombol antara satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain untuk Microsoft Windows, memiliki dua tombol. Beberapa mouse modern juga memiliki sebuah Wheel untuk mempermudah scrolling. Sementara itu, Apple memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini.Mouse modern juga Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, yaitu menggunakan teknologi wireless seperti Infra Red, gelombang radio ataupun Bluetooth. Mouse wireless yang populer saat ini menggunakan gelombang radio ataupun Bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan Infra Red kurang begitu populer karena jarak jangkauannya yang terbatas, selain itu juga kurang praktis karena antara mouse dan penerimanya tidak boleh terhalang.

Cara Kerja Mouse Komputer

Pada dasarnya, penunjuk (pointer) yang dikenal dengan sebutan “Mouse” dapat digerakkan kemana saja berdasarkan arah gerakan bola kecil yang terdapat dalam mouse. Jika kita membuka dan mengeluarkan bola kecil yang terdapat di belakang mouse, maka akan terlihat 2 pengendali gerak di dalamnya.
Kedua pengendali gerak tersebut dapat bergerak bebas dan mengendalikan pergerakan penunjuk, yang satu searah horisontal (mendatar) dan satu lagi vertikal (atas dan bawah).Jika kita hanya menggerakkan pengendali horisontal maka penunjuk hanya akan bergerak secara horisontal saja pada layar monitor komputer. Dan sebaliknya jika penunjuk vertikal yang digerakkan, maka penunjuk (pointer) hanya bergerak secara vertikal saja dilayar monitor.
Jika keduanya kita gerakkan maka gerakan penunjuk (pointer) akan menjadi diagonal. Nah, jika bola kecil dimasukkan kembali, maka bola itu akan menyentuh dan menggerakkan kedua pengendali gerak tersebut sesuai dengan arah mouse yang kita gerakkan. Pada sebagian besar mouse terdapat tiga tombol, tetapi umumnya hanya dua tombol yang berfungsi, yaitu tombol paling kiri dan yang paling kanan. Pengaruh dari penekanan tombol atau yang di kenal dengan istilah “Click” ini tergantung pada obyek (daerah) yang kita tunjuk.
Komputer akan mengabaikan penekanan tombol (click) bila tidak mengenai area atau obyek yang tidak penting.Kemudian dalam penggunaan mouse juga kita kenal istilah “Drag” yang artinya menggeser atau menarik. Apabila kita menekan tombol paling kiri tanpa melepaskannya dan sambil menggesernya, salah satu akibatnya obyek tersebut berpindah atau menjadi pindah (tersalin) ke obyek lain dan terdapat kemungkinan lainnya. Kemungkinan-kemungkinan ini tergantung pada jenis program aplikasi apa yang kita jalankan. Mouse terhubung dengan komputer dengan sebuah kabel yang terdapat pada mouse. Ujung kabel tersebut dimasukkan dalam port yang terdapat di CPU komputer.

Jenis – Jenis Mouse Komputer

Mouse berfungsi sebagai penggerak kursor pada layar monitor. Sampai saat ini dibuat telah ada 4 jenis koneksi/penghubung mouse ke komputer yaitu :
1. Standard Serial Mouse.
2. PS2
3. USB
4. Wireless/Nirkabel/tanpa kabel

I. Ada 2 jenis mouse yang beredar di pasaran yaitu mouse bola dan mouse sinar. Mouse bola dapat dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu tracking ball dan mouse biasa. Cara kerja mouse tracking ball adalah dengan menggerakkan bolanya secara langsung sedangkan mouse biasa dengan menggerakkannya. Mouse sinar bekerja dengan cara menggunakan sinar infra merah yang ditembakkan ke atas keping khusus. sinar ini digunakan untuk membaca kecepatan perubahan objek tersebut kemudian diadakan penyesuaian dengan kecepatan dan arah pergerakan cursor pada monitor. Yang termasuk jenis ini adalah mouse ballpoint berbentuk pena. Selain itu mouse juga dikenal ada yang bertombol 2 dan ada yang bertombol 3. Umumnya program-program aplikasi menggunakan standar tombol mouse 2 yaitu Microsoft Mouse, tetapi sekarang banyak yang beredar mouse dengan pilihan 3 tombol dan disamping itu kadang program aplikasi menyediakan pilihan apakah akan memakai mouse bertombol 2 atau 3.

II. Sebelum menggunakan mouse, perlu diinstall softwarenya terlebih dahulu. Umumnya program mouse yang digunakan khusus untuk mouse tertentu saja sesuai dengan keluaran produksinya. Program tersebut bisa berbentuk execute program ataupun berbentuk device driver. Mouse dihubungkan secara hardware pada port I/O serial (COM) yang bisa dipilih pada saat diinstall.

III. Pengaksesan mouse dapat dilakukan melalui interupsi INT 33 H dari software mouse dan INT 15 H fungsi C2 H dari interupsi BIOS. INT 15 H hanya diperuntukkan komputer IBM PS/2 dan penggunaannya tidak kompatibel untuk komputer jenis lain.
More aboutSejarah Mouse Komputer - Memahami Fungsi Mouse Komputer

Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Posted by resrsr on Friday, March 15, 2013

Fungsi Vlookup Pada Excel 2007 - Microsoft Excel merupakan sebuah program pengolah spreadsheet yang paling populer digunakan di seluruh dunia. SOftware Office ini merupakan satu paket dari Microsoft Office edition yang pada saat tulisan ini di buat sudah mencapai versi Office 2013. Namun versi-versi lawas dari Microsoft Office, seperti Ms Office 2007 dan Ms Office 2010 masih banyak juga digunakan. Untuk versi Ms Office 2003 sendirinya sudah jarang digunakan. Pada tutorial kali ini, Materi Informatika akan membahas mengenai Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Menurut pengertiannya, fungsi Vlookup digunakan untuk mengambil data dari tabel lain yang mempunyai relasi dengan tabel sumber.

Tujuan penggunaan Vlookup

Adanya fungsi Excel vlookup ini bukan tanpa sebab. Bayangkan ada banyak data yang akan Anda olah. Jika data yang akan dimasukkan banyak,  maka kita akan capek dan wasting time untuk memasukkan satu-persatu data tersebut. Untuk itulah diciptakan perintah VLOOKUP dalam Excel.

Syntax Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Perintah vlookup dalam Excel dapat tersusun seperti berikut iniL
=VLOOKUP(kolom_sumber, tabel_tujuan, nomor_kolom_tujuan, boolean)
Keterangan:
  • kolom_sumber adalah kolom yang mempunyai relasi dengan kolom tujuan
  • tabel_tujuan adalah semua isi dari tabel tempat Anda mengambil data
  • nomor_kolom_tujuan adalah nomor kolom yang ingin Anda ambil datanya
  • boolean, jika Anda isi dengan FALSE maka dia akan mencari yang harus sama sedangkan jika TRUE akan mencari yang mendekati sama.

Contoh Kasus Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Berikut ini contoh penerapan fungsi Vlookup pada worksheet nyata. Asumsinya, kita mempunyai dua buah tabel dengan struktur dan isi data seperti ini:
Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Ketentuan Kasus Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Setelah mempunyai data worksheet seperti di atas, kita ingin agar pada kolom Golongan untuk masing-masing pegawai nilainya mengambil ke Tabel Golongan sehingga nantinya bentuk skema tabelnya seperti gambar dibawah ini :
tabelVlookup5 Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Jawaban Kasus Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Relasi yang menghubungkan antara tabel pegawai dan tabel golongan adalah:
  • Kolom pendidikan terakhir pada tabel pegawai dan kolom lulusan pada tabel golongan
Penting !!!
  • Sebelum membuat rumus maka Anda harus mensortir  secara ascending kolom yang mempunyai relasi yaitu kolom pendidikan terakhir pada tabel pegawai dan kolom golongan pada tabel golongan.
  • Kolom lulusan pada tabel golongan itu harus berada pada kolom pertama
Selanjutnya muncul pertanyaan: Jika saya tidak mengurutkannya, apa yang akan terjadi ?
Jawaban dari pertanyaan ini adalah: fungsi akan menghasilkan nilai N/A. Mari kita bahas ke langkah selanjutnya, check this out:

Menggunakan Rumus Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Selanjutnya mari kita bahas kasus di atas. Letakkan kursor pada kolom D4 lalu masukkan rumus:
=VLOOKUP(C4,F4:G7,2,FALSE)

Keterangan Fungsi Vlookup

  • C4 adalah kolom yang mempunyai relasi dengan kolom tujuan, yaitu relasi ke kolom lulusan pada tabel golongan
  • F4:G7 adalah semua isi dari tabel tempat kamu mengambil data yaitu semua isi dari tabel golongan.
  • 2 adalah nomor kolom yang ingin kamu ambil datanya yaitu kolom golongan pada tabel golongan
  • FALSE, berarti kamu mencari yang harus sama

Pertanyaan 

Ketika saya copy paste rumusnya ke kolom D5 maka bentuknya berubah menjadi seperti ini:
=VLOOKUP(C5,F5:G8,2,FALSE)
Apakah nantinya perubahan ini berpengaruh  … ?

Analisa:

Oh… ya tentu saja berpengaruh karena range dari tabel tujuan berubah yaitu F5:G8, dari range ini berarti kolom F4 :G4 tidak tercakup sehingga apabila kamu mempunyai data pegawai yang mempunyai pendidikan terakhir D3 misal di cell D5 maka pada kolom golongannya akan mengeluarkan tulisan ‘#N/A’.

Pengujian:

Sekarang coba kamu rubah pendidikan terakhir pada cell C5 menjadi D3 seperti gambar dibawah ini:
Dan sekarang copy paster rumus dari cell D4 ke cell D5 maka apa yang terjadi … ?

Hasil pengujian

Fungsi Vlookup Pada Excel 2007

Solusi

Untuk mengatasinya maka kita akan membuatnya absolut dengan menambahkan tanda dollar ‘$‘ sehingga bentuknya menjadi:
=VLOOKUP(C5,$F$4:$G$7,2,FALSE)
Sekarang coba letakkan rumus ini pada cell D4, lalu kamu copy paste lagi kebawahnya.
More aboutFungsi Vlookup Pada Excel 2007

Validasi Form JavaScript Dengan jQuery dan CodeIgniter

Posted by resrsr

jQuery Form Validation - jQuery, seperti sudah dibahas pada postingan sebelumnya tentang pengetian jQuery, memang memliki kegunaan yang sangat membantu para web developer. CodeIgniter, pada sisi yang lain merupakan sebuah framework yang sangat mudah dipelajari. Namun, CodeIgniter tetap memberikan performa yang bagus, walaupun banyak master-master programer PHP yang memberikan kritik tentang security, terutama pendekatannya yang menggunakan cookie untuk authentifikasi user.

Validasi Form Menggunakan jQuery dan CodeIgniter

Form Validation With jQuery and CodeIgniter

Pada tutorial kali ini, Materi Informatika akan membahas mengenai validasi form menggunakan jQuery dan CodeIgniter. Kita akan menggunakan jQuery untuk validasi pada sisi client (client-side) dan PHP dengan CodeIgniter untuk validasi pada sisi server (server-side). Bagaimanapun, mengetahui dasar jQuery dan CodeIgniter akan lebih memudahkan pemahaman tutorial jQuery ini. Namun, jika kamu belum mengetahui dasar jQuery ataupun dasar CodeIgniter tidak jadi masalah, karena Materi Informatika akan memulai tutorial ini dari dasar.

Download CodeIgniter dan jQuery

Untuk keperluan tutorial ini, kita membutuhkan jQuery, CodeIgniter dan juga jQuery validation plugin. Berikut adalah versi software yang digunakan pada tutorial ini:
  1. CodeIgniter (Version 2.0.2) Download
  2. jQuery (1.6.1) Download
  3. jQuery Validation Plugin: Download
Untuk diketahui, saat ini Google menyediakan CDN untuk jQuery. CDN adalah semacam server untuk menyimpan script yang dibutuhkan oleh website. Pada lain kesempatan, Materi Informatika akan membahas apa itu CDN.
Nah, dengan CDN ini, kamu tidak harus mendownload file jQuery, namun cukup menggunakan jQuery yang di tempatkan di CDN Google tersebut. Syaratnya, kamu harus terkoneksi dengan internet walaupun kamu membuat tutorial ini pada localhost. Untuk menggunakannya, tambahkan script berikut ini pada <head> :
https://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.6.1/jquery.min.js

Konfigurasi CodeIgniter

Langkah pertama adalah mengkonfigurasi CodeIgniter. Kita akan menambahkan helper url dan form ke autoload CodeIgniter. Buka file autoload yang berada di application/autoload.php dan tambahkan helper berikut (line 67 sepertinya):
$autoload['helper'] =array('url','form');

Layout HTML Untuk Form

Data pada CodeIgniter ditampilkan di bagian View. Ingat tentang MVC design-pattern?.Oleh karena itu, kita akan menuliskan kode html untuk form pada bagian view, dan file view yang sama akan ditampilkan jika validasi error. Namun, jika validasi sukses, tidak ada error terjadi, makan file view yang lain yang akan ditampilkan dengan pesan sukses tentunya.
Pertama, mari kita buat header dan footer view, sehingga kita bisa mengincludekannya di form_view dan success_view.

File views/common/header.php

<!DOCTYPE>
<html>
    <head>
        <meta charset="UTF-8">
        <title>Form Validation - Gazpo.com</title>
        <link rel="stylesheet" type="text/css" href="<?php echo base_url();?>css/style.css" />
        <script type="text/javascript" src="<?php echo base_url();?>js/jquery-1.6.1.min.js"></script>
        <script type="text/javascript" src="<?php echo base_url();?>js/jquery.validate.js"></script>
        <script type="text/javascript" src="<?php echo base_url();?>js/jquery.validate-rules.js"></script>

    </head>
    <body>
        <div id="wrapper"> <!-- close it in footer -->

File views/common/footer.php

<div id="footer">
            <p> Tutorial by Gazpo.com.</p>
        </div>
    </div>  <!-- /wrapper  -->
    </body<!-- closing body -->
</html>

Sekarang kita bisa menambahkannya pada form_view and success_view.

File form_view.php

File form_view berisi kode html untuk membentuk form. Pada file berikut, terdapat beberapa macam tipe input (text, radio, dropdown dll) untuk memberikan contoh pada validasi dengan berbagai macam tipe input.
Disini, untuk membuat sebuah form digunakan Form Helper dari CodeIgniter, jadi kita gunakan tag form_open daripada menggunakan tag <form>. Keuntungannya, url yang dibentuk sudah otomatis menggunakan base url.
<!-- include header -->
<?php $this->load->view('common/header'); ?>

    <!-- CodeIgniter Form tag -->
    <?php $attributes = array('id' => 'form');
          echo form_open('form/process', $attributes); ?>

    <h2>Form Validation with CodeIgniter and jQuery</h2>

    <div class="field">
    <label for="name">Name</label>
    <input class="input" id="name" name="name" type="text" />
    </div>

    <div class="field">
    <label for="password">Password</label>
    <input class="input" id="password" name="password" type="password" />
    </div>

    <div class="field">
    <label for="email">Email</label>
    <input class="input" id="email" name="email" type="text" />
    </div>   

    <div class="field">
    <label for="gender">Select Gender</label>
    <div class = "gender-fields">
    <input type="radio" class="radio" name="gender" value="male">Male
    <input type="radio" class="radio" name="gender" value="female">Female
    </div>
    </div>

    <div class="field">
    <label for="state">Select State</label>
    <select class="state" name="state">
        <option class="droplist" ></option>
        <option class="droplist" >Alabama</option>
        <option class="droplist" >Alaska</option>
        <option class="droplist" >Arizona</option>
    </select>
    </div>

    <div class="field">
    <label for="agree">Terms</label>
    <input type="checkbox" class="checkbox" name="terms" value="agree" />
    </div>

    <input type="submit" name="submit" class="submit" value="Submit">
    </form>

<!-- include footer -->
<?php $this->load->view('common/footer'); ?>

File views/success_view.php

File ini akan ditampilkan jika validasi sukses:

<!-- load header -->
<?php $this->load->view('common/header'); ?>

<!-- main content -->
<h3>Form was submitted successfully! </h3>

<!-- load footer -->
<?php $this->load->view('common/footer'); ?>


File CSS Untuk Layout

Yap, kode html kita sudah siap. Sekarang saatnya memberikan sedikit dekorasi agar terlihat bagus. Berikut file CSS untuk form kita tadi:

body {
    font-family: arial,verdana,sans-serif;
    color:#333333;
    font-size:13px;
    margin: 0 auto;
    background: #f5f5f5;
    }

#wrapper {
    margin: 0 auto;
    position: relative;
    background:#FFFFFF;
    width: 900px;
    border:10px solid #eaeaea;
    }

#form {
    padding: 10px;
    }

#form .field {
    margin-bottom:15px;
    }

#form label{
    display: block;
    float: left;
    font-weight: bold;
    margin-right:10px;
    text-align: right;
    width: 120px;
    line-height: 35px;
    font-size:14px;
    cursor: pointer;
    }

#form .checkbox{
    margin-top:10px;
    }

#form .input{
    -moz-border-radius: 7px;
    -webkit-border-radius: 7px;
    background-color: #eaeaea;
    background: -moz-linear-gradient(top, #ffffff, #f2f2f2);
    background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom,
                color-stop(0.0, #ffffff), color-stop(1.0, #f2f2f2));
    border: 1px solid #cacaca;
    font-family: inherit;
    color: #797979;
    font-size: 15px;
    padding: 8px 10px;
    width: 300px;
    font-weight: bold;
    }

#form .state{
    border: 1px solid #b9bdc1;
    padding: 5px;
    font-size: 15px;
    font-family: inherit;
    font-weight: bold;
    color: #797979;
    }

#form :focus{
    -webkit-box-shadow: 0px 0px 4px #aaa;
    -moz-box-shadow: 0px 0px 4px #aaa;
    box-shadow: 0px 0px 4px #aaa;
    }

#form .gender-fields{
    padding-top:10px;
    }

    #form  span.error {
    color:red;
    padding-left:10px;
    }

#form .info{
    margin-left:130px;
    font-size: 12px;
    font-style:italic;
    color: #999;
    }

#form .submit{
    -moz-border-radius: 15px;
    -webkit-border-radius: 15px;
    font-family: arial,verdana,sans-serif;
    background-color: #dedede;
    background: -moz-linear-gradient(top, #ffffff, #eaeaea);
    background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom,
                color-stop(0.0, #ffffff), color-stop(1.0, #eaeaea));
    border: 1px solid #dedede;
    color: #484848;
    font-size:14px;
    font-weight: bold;
    padding: 8px 10px;
    cursor: pointer;
    margin-left:220px;
    }

/*-- Table design to display data in success view --*/

#display_data{
padding:10px;
}

#display_data .name{
    font-style: italic;
    text-decoration:underline;
    }

#display_data table{
    border:1px solid #e5eff8;
    margin:10px 0px;
    border-collapse:collapse;
    }

#display_data tr.even{
    background:#f7fbff
    }

#display_data tr.odd .title {
    background:#f4f9fe;
    }

#display_data td {
    border-bottom:1px solid #e5eff8;
    border-right:1px solid #e5eff8;
    color:#678197;
    padding:5px 8px;
    }

#display_data td.title{
    font-weight: bold;
    width:100px;
    text-align:right;
    }

#display_data td.info{
    font-style: italic;
    width:200px;
    }

#footer {
    width:60%;
    margin:20px auto;

    }

Controller Untuk Form

Kita perlu membuat file controller yang akan di gunakan utuk memproses form. Controller ini biasanya ada untuk action form. Buatlah file bernama form.php pada application/controllers/.
Pada fungsi index kita panggil file view untuk form:

class Form extends CI_Controller {
    public function index()
    {
        $this->load->view('form_view');
    }
Sekarang, seharusnya hasilnya bisa kita lihat melalui url:
1
http://localhost/form_validation/index.php/form
Dan form html tersebut akan terlihat seperti ini:

More aboutValidasi Form JavaScript Dengan jQuery dan CodeIgniter